"Bahwa koalisi itu bergilir pimpinannya. Jadi bergilir dalam pemahaman bahwa dari semua anggota koalisi pimpinannya itu secara bergilir. Setgab dipimpin oleh ketua umum partai koalisi secara bergiliran," ujar Ketua FPD, M Jafar Hafsah, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011).
Jafar menuturkan perubahan ini dilakukan atas permintaan mayoritas anggota koalisi. Koalisi menghendaki sistem kepemimpinan yang digilir sehingga tidak ada anggota koalisi yang merasa diistemewakan dalam koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jafar, kontrak koalisi yang baru juga mengatur koalisi yang lebih kuat di pemerintahan dan di parlemen. Namun demikian secara kompleks, Presiden SBY akan menjelaskan perubahan dalam koalisi ini dalam waktu dekat.
"Itu koalisinya di pemerintahan juga di parlemen. Malah terasanya bahwa di parlemen itu lebih nampak bagaimana mekanisme pengambilan keputusan. Sebenarnya karena koalisi melekat pada Presiden nanti akan dijelaskan oleh Bapak Presiden," ujarnya.
(van/nrl)











































