Â
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Informasi Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri Andri Hadi dalam acara tatap muka antara para pemuka agama dan akademisi dengan sekitar 120 warga Indonesia di Athena, Minggu (10/4/2011) waktu setempat.
"Inisiatif dan kepeloporan Indonesia di bidang interfaith dialogue menjadi upaya diplomasi dalam menciptakan image branding positif Indonesia," ujar Dirjen.
Lanjut Dirjen, upaya tersebut tidak hanya melibatkan para diplomat tetapi juga tokoh agama, para akademisi dan masyarakat Indonesia di luar negeri atau disebut dengan people to people contact.
Dirjen menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama membangun citra positif Indonesia di luar negeri termasuk warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Yunani.
Â
Sebagaimana disampaikan Sekretaris II Widya Sinedu kepada detikcom, acara tatap muka sebagai awal dari rangkaian kegiatan Interfaith Dialogue yang akan diselenggarakan oleh KBRI Athena bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Agama RI dan Kementerian Luar Negeri Yunani (11-12/4/2011).
Delegasi Indonesia terdiri dari Rektor Institut Hindu Darma Bali Prof. Dr. I Made Titib, dosen Universitas Kristen Maluku Dr. Margaretha Hendriks-Ririmase, Rektor Institut Sanata Darma Yogyakarta Dr. Heru Prakosa, dan dosen St. Paulus Adolfina Elizabeth Koamesakh, MTh, Mhum, dan Trias Kuncahyono (Kompas).
Tujuan kehadiran delegasi yaitu untuk sharing knowledge keberhasilan Indonesia dalam mengelola keanekaragaman masyarakat dalam mengembangkan budaya dialog lintas agama baik dalam tataran domestik, bilateral, regional maupun multilateral.
Â
Selain berdialog, delegasi juga akan mengadakan pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri Yunani, Kementerian Pendidikan dan Agama Yunani, Asosiasi Muslim Yunani, Tokoh Kristen Orthodoks dan Katolik Yunani serta kunjungan ke berbagai tempat peribadatan di kota Athena.
(es/es)











































