"PKS tetap sahabat kami, tapi agar tidak merusak citra koalisi, segera yang bersangkutan di recall karena ini merusak koalisi," kata Ruhut saat berbincang dengan detikcom, Senin (11/4/2011).
Menurut pesinetron ini, apa yang dilakukan Arifinto bisa juga merusak PKS dalam gelaran Pemilu 2014 mendatang. Dia menyayangkan, insiden itu bisa terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimanapun, kata Ruhut, kasus Arifinto harus jadi pelajaran bagi partai yang memasang jargon 'bersih dan peduli' tersebut. Khususnya, bagi Menkominfo Tifatul Sembiring yang pernah menjabat sebagai presiden PKS dan tengah gencar-gencarnya membasmi pornografi di internet.
"Pak Tifatul Sembiring, jangan lagi menanggapi ini dengan abu-abu. Karena jelas, kalau ketangkap basah, di dalam hukum itu bisa langsung penyidikan karena ada dua alat bukti. Bukti pertama, wartawan senior Media Indonesia, dan yang kedua kamera dia," paparnya.
Terkait dengan hasil jepretan M Irfan, Ruhut memberi apresiasi tinggi karena kejeliannya. Dia bahkan mengusulkan agar fotografer senior tersebut diberi penghargaan karena mampu menjaga pengawasan terhadap wakil rakyat.
Arifinto kepergok melihat tayangan porno saat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011. Dalam jumpa pers Jumat (8/4) kemarin di DPR, Arifin mengaku jika ia membuka e-mail miliknya karena jenuh mengikuti rapat paripurna.
Arifin mengatakan, ia sudah biasa membuka e-mail saat rapat di DPR. Karena dengan membuka e-mail, bisa membantu pekerjaannya. "Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah," katanya.
Sementara, beredar sejumlah foto bahwa Arifinto membuka folder yang berisi video porno itu, alias video itu bukan dari e-mail seperti pengakuan Arifinto. Meski demikian, Arifinto tetap bersikeras bahwa konten 'aduhai' itu berasal dari kiriman e-mail, yang buru-buru dihapusnya setelah tahu isinya tidak senonoh.
(mad/asp)











































