kedatangannya di Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun, karena Lian lupa ingatan, warga pun curiga.
Kasat Reskrim Polsek Cisarua, Kabupaten Bogor, AKP Iwan Wahyudi, mengungkapkan hal ini kepada detikcom, Minggu (10/4/2011).
Menurut Iwan, Lian tampil dengan pakaian gamis tertutup lengkap dengan cadar. Ibu beranak satu tersebut juga mengaku bernama Maryam.
"Kata babinmas di sana, ditanya mau ngapain, saya ke sini mau jihad. Gitu jawabnya," kata Iwan.
Selama tinggal di masjid, Lian juga kerap membaca dua buku yang selalu dibawanya ke mana-mana. Buku tersebut juga bertema jihad.
"Dia baca-baca buku. Diduga buku itu yang mendoktrin dirinya agar tidak kembali ke alamnya. Bukunya ada judul jihad-jihad gitulah, ada di kantor," sambungnya.
Dijelaskan Iwan, buku tersebut tergolong buku tua karena dicetak pada tahun 1982. Tebalnya bisa mencapai 7 cm.
"Waktu mau pulang dia nanya-nanya bukunya di mana. Terus petugas bilang sudah dimasukkin di tas. Kita belum baca isinya, nanti akan dipelajari dulu," ungkapnya.
Lian Febriani adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.
Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.
Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri.
(mad/asp)











































