Lian Sering Sebut Aisyah, 'Ibu' Misterius yang Memandikannya

Lian Sering Sebut Aisyah, 'Ibu' Misterius yang Memandikannya

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 04:00 WIB
 Lian Sering Sebut Aisyah, Ibu Misterius yang Memandikannya
Jakarta - Selama berada di Masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, Lian Febriani (26) selalu menyebut-nyebut nama Aisyah. Wanita misterius tersebut dikatakan Lian sebagai ibu yang pernah memandikannya.

"Dia nggak ingat selama proses perjalanan ke Puncak. Tapi dia ingat ada satu nama orang yang dianggap sebagai ibunya, Aisyah," kata Kasat Reskrim Polsek Cisarua, Kabupaten Bogor, AKP Iwan Wahyudi, kepada detikcom, Minggu (10/4/2011).

Berdasarkan cerita Lian kepada warga sekitar, sosok Aisyah digambarkan sebagai wanita  bercadar yang berbadan pendek. Ibu beranak satu itu juga pernah bercerita suatu hari dimandikan di tempat tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia nggak ingat bagaimana pertemuannya itu. Tapi dia mengingat pernah dimandikan di suatu tempat, tapi nggak ingat alamat, dan sama siapa saja," ceritanya.

Iwan menduga, sosok Aisyah inilah yang mengosongkan pikiran Lian selama terpisah dari  keluarga. Termasuk saat proses pemandian, Aisyah juga diduga terlibat.

"Dia sering nanya, Ibu Aisyah katanya mau ke sini. Mana?" ucap Iwan menirukan Lian.

Lian Febriani adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.

Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.


(mad/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini