Lian Mau Pulang Bersama Keluarga Setelah Dibujuk Kiai

Lian Mau Pulang Bersama Keluarga Setelah Dibujuk Kiai

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 02:00 WIB
Lian Mau Pulang Bersama Keluarga Setelah Dibujuk Kiai
Jakarta - Lian Febriani (26) sempat menolak diajak keluarganya untuk pulang karena lupa ingatan. Namun lewat bantuan kiai di masjid At-Ta'awwun, Puncak, Bogor, pegawai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut mau berkumpul bersama suami dan anaknya lagi.

"Pukul 04.00 WIB dinihari Minggu subuh, baru mau dibawa pulang setelah kita coba datangkan kiai yang membimbing dia," kata Kanit Reskrim Polsek Cisarua, Kabupaten Bogor, AKP Iwan Wahyudi, kepada detikcom, Minggu (10/4/2011).

Sebelumnya, Lian sempat menolak bujukan sang suami untuk pulang. Bahkan, ajakan salaman pun ditepis oleh wanita muda tersebut karena suami dianggap bukan muhrim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu mertua yang datang untuk menjemput Lian pun ditolak. Wanita kelahiran 22 Februari 1985 tersebut benar-benar tidak ingat lagi siapa keluarganya.

"Tapi setelah dibujuk dia bisa mengingat seragam biru-biru Kemenhub. Terus gedung yang tinggi, tempat dia kerja," cerita Iwan.

"Dia juga ingat kereta api karena dekat rumahnya. Ingat tangisan bayi dan taman karena rumahnya dekat taman," sambungnya.

Lian Febriani adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.

Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya.

Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.


(mad/asp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini