"Pukul 04.00 WIB dinihari Minggu subuh, baru mau dibawa pulang setelah kita coba datangkan kiai yang membimbing dia," kata Kanit Reskrim Polsek Cisarua, Kabupaten Bogor, AKP Iwan Wahyudi, kepada detikcom, Minggu (10/4/2011).
Sebelumnya, Lian sempat menolak bujukan sang suami untuk pulang. Bahkan, ajakan salaman pun ditepis oleh wanita muda tersebut karena suami dianggap bukan muhrim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi setelah dibujuk dia bisa mengingat seragam biru-biru Kemenhub. Terus gedung yang tinggi, tempat dia kerja," cerita Iwan.
"Dia juga ingat kereta api karena dekat rumahnya. Ingat tangisan bayi dan taman karena rumahnya dekat taman," sambungnya.
Lian Febriani adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.
Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.
Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya.
Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.
(mad/asp)










































