Lian Sempat Ingat Nomor Telepon Suami dan Sang Bayi

Lian Sempat Ingat Nomor Telepon Suami dan Sang Bayi

- detikNews
Senin, 11 Apr 2011 00:55 WIB
Lian Sempat Ingat Nomor Telepon Suami dan Sang Bayi
Jakarta - Warga di sekitar masjid At-Ta'awwun, Cisarua, Puncak, sempat berusaha mengembalikan memori Lian Febriani selama terpisah dengan keluarga. Dan hal yang diingat pertama kali oleh pegawai Kementerian Perhubungan tersebut adalah nomor telepon suami dan sang bayi, Nadin Tiar Simanjuntak.

Kanit Reskrim Polsek Cisarua, Kabupaten Bogor, AKP Iwan Wahyudi, menuturkan peristiwa ini saat berbincang dengan detikcom, Minggu (10/4/2011).

Pada hari Jumat (8/4), Lian datang ke masjid seorang diri mengenakan pakaian serba tertutup dengan cadar di wajah. Warga dan pengurus masjid merasa heran karena wanita tersebut tidak mampu mengingat asal-usulnya, selain nama Maryam.

Merasa kasihan, warga langsung melapor ke keamanan setempat. Lalu, beberapa pengurus masjid berusaha mengembalikan ingatan Lian.

"Lalu hari Sabtu diamankan di DKM. Nah, pas pukul 11.00 WIB, lama-lama dia ingat nomor telepon. Caranya, warga menuliskan angka satu sampai 10. Dia diminta memilih angka-angka itu dan merangkainya jadi sebuah nomor telepon," ucap Iwan.

Setelah itu, warga mengontak nomor yang dipilih Lian. Ternyata, yang mengangkat adalah suami wanita berumur 26 tahun tersebut.

"Ditanya ama warga, apa kenal sama Maryam, apa bapak punya istri namanya Maryam? Terus suaminya jawab, bukan. Tapi dia cerita, kalau istrinya hilang sejak hari Kamis. Ditanya ciri-cirinya, dijelasin pakai baju biru, matanya agak sipit. Akhirnya cocok, ya udah bapak ke sini aja. Bapak bawa foto terus segala macam yang bisa mengingatkan dia, mudah-mudahan ini istri bapak," urai Iwan menirukan dialog warga.

Tak lama berselang, suami dan keluarga pun berangkat ke Puncak. Namun, saat pertemuan pertama, Lian sempat menolak. Bahkan ajakan salaman suami sempat ditepisnya mentah-mentah.

"Dia dipertemukan, disalamin sama suaminya nggak mau, katanya bukan muhrim. Lalu nanya, bapak siapa, terus dijawab saya suami kamu. Ibu siapa? nanya ke mertuanya. Saya nggak punya suami," tambah Iwan.

Namun saat dipertemukan dengan sang buah hati Nadin, Lian sempat teringat meski belum secara langsung. Lalu sore harinya, muncul pengumuman di masjid tentang anak hilang, Lian pun tiba-tiba menanyakan di mana anaknya.

"Anak saya mana, anak saya mana," ucap Iwan menirukan Lian.

Hingga saat ini, ingatan Lian belum sepenuhnya kembali normal. Namun, setidaknya wanita muda tersebut sudah bisa kembali ke pangkuan keluarga.

Lian Febriani, adalah PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang sejak Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.

Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya.

Saat ditemukan, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya. Termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.


(mad/asp)


Berita Terkait