"Saat UN, banyak orang yang mencoba memancing di air keruh. Oleh karena itu kami meminta masyarakat jangan mudah tergoda dan terpengaruh dengan tawaran soal atau kunci jawaban UN," jelas Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kabupaten Magelang Haryono kepada detikcom, Minggu (10/4/2011).
Haryono menuturkan, saat UN tahun lalu, ada beberapa orang yang berusaha menjual soal ataupun kunci jawaban UN. Namun, setelah dicek, ternyata soal tersebut adalah soal UN tahun sebelumnya dan hanya kop soalnya saja yang diganti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan persiapan UN tahun ini, Haryono menyatakan bahwa persiapannya telah mendekati 100 persen. Baik persiapan fisik seperti ruang ujian sampai tenaga pengawas ujian sudah dilakukan jauh hari sebelumnya.
"Sekarang kita tinggal menunggu soal saja," jelasnya.
Terpisah, Kepala Disdikpora Magelang Ngaderi Budiyono mengatakan telah memperketat penjagaan soal (UN) mulai dari pengiriman sampai ke tempat penyimpanan soal di tingkat rayon maupun tingkat sub rayon. Hal itu untuk meminimali kemungkinan bocornya soal UN.
"Kami melibatkan aparat kepolisian untuk mengawal dan menjaga sejak dari pengiriman soal di Kudus hingga tepat penyimpanan soal di tingkat rayon maupun sub rayon. Kami telah meminta aparat kepolisian menjaganya selama 24 jam penuh," jelas Ngaderi.
Namun, Ngaderi tidak bisa memastikan seratus persen tidak ada kebocoran soal UN. "Peluang kebocoran soal UN kemungkinannya hanya nol sekian persen," ujarnya.
(irw/irw)










































