Pelajar Magelang Diminta Tak Tergoda Kunci Jawaban UN Palsu

Pelajar Magelang Diminta Tak Tergoda Kunci Jawaban UN Palsu

- detikNews
Minggu, 10 Apr 2011 18:06 WIB
Magelang - Menjelang berlangsungnya Ujian Nasional (UN), biasanya banyak orang yang berpura-pura menjual soal atau kunci jawaban di Magelang, Jawa Tengah. Disdikpora setempat meminta para pelajar dan wali murid tidak tergoda bila ditawari soal atau kunci jawaban UN oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

"Saat UN, banyak orang yang mencoba memancing di air keruh. Oleh karena itu kami meminta masyarakat jangan mudah tergoda dan terpengaruh dengan tawaran soal atau kunci jawaban UN," jelas Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kabupaten Magelang Haryono kepada detikcom, Minggu (10/4/2011).

Haryono menuturkan, saat UN tahun lalu, ada beberapa orang yang berusaha menjual soal ataupun kunci jawaban UN. Namun, setelah dicek, ternyata soal tersebut adalah soal UN tahun sebelumnya dan hanya kop soalnya saja yang diganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada juga orang yang menjual kunci jawaban UN hanya dalam bentuk huruf-huruf. "Setelah dicek ternyata sangat berbeda dengan kunci jawaban yang asli. Ada sih yang benar, tapi hanya satu dua karena pas kebetulan saja," tutur Haryono.

Terkait dengan persiapan UN tahun ini, Haryono menyatakan bahwa persiapannya telah mendekati 100 persen. Baik persiapan fisik seperti ruang ujian sampai tenaga pengawas ujian sudah dilakukan jauh hari sebelumnya.

"Sekarang kita tinggal menunggu soal saja," jelasnya.

Terpisah, Kepala Disdikpora Magelang Ngaderi Budiyono mengatakan telah memperketat penjagaan soal (UN) mulai dari pengiriman sampai ke tempat penyimpanan soal di tingkat rayon maupun tingkat sub rayon. Hal itu untuk meminimali kemungkinan bocornya soal UN.

"Kami melibatkan aparat kepolisian untuk mengawal dan menjaga sejak dari pengiriman soal di Kudus hingga tepat penyimpanan soal di tingkat rayon maupun sub rayon. Kami telah meminta aparat kepolisian menjaganya selama 24 jam penuh," jelas Ngaderi.

Namun, Ngaderi tidak bisa memastikan seratus persen tidak ada kebocoran soal UN. "Peluang kebocoran soal UN kemungkinannya hanya nol sekian persen," ujarnya.

(irw/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini