"Secara legal DPR berhak menyandang predikat wakil rakyat, tapi secara moral legitimasinya sudah hilang ketika suara media mereka tidak peduli, suara masyarakat sipil tidak peduli, suara presiden mereka tidak peduli," kritik Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Sebastian Salang kepada detikcom.
Menurut Sebastian, tingkah DPR kian menunjukkan jika mereka memang layak tak dipercaya oleh rakyat. Sebab, antara tingkah dan kata-katanya di media tidak sejalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebastian mengatakan, sikap DPR yang ngotot agar dibangun gedung baru tentunya menimbulkan kecurigaan adanya kepentingan di balik itu. Bahkan DPR rela citranya jatuh demi tetap dibangunnya gedung baru.Β
"Perlu diselidiki lebih jauh, atau ada janji yang sudah terlanjur dibuat dengan pihak tertentu sehingga apapun caranya gedung baru ini harus tetap jalan," tuturnya.
Sebastian menyebut pembangunan gedung baru DPR ini sebagai tragedi demokrasi. Sebab, DPR yang harusnya mendengar aspirasi rakyat, malah menutup mata dan telinganya. Menurutnya, wakil rakyat yang harusnya bertindak dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang diwakili seperti jalan-jalan rusak, sekolah roboh, dan bertambahnya penderita kurang gizi.
(gun/nrl)











































