Jepang Akan Rutin Laporkan Perkembangan Krisis Nuklir

Jepang Akan Rutin Laporkan Perkembangan Krisis Nuklir

- detikNews
Sabtu, 09 Apr 2011 18:35 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang bersedia secara rutin menyampaikan informasi perkembangan terbaru krisis nuklir dan kemungkinan dampaknya yang sedang mereka tangani. Pemberitahuan terutama akan disampaikan kepada negara-negara terdekat di sekitarnya, baik kawasan di Asia Tenggara, Asia Timur dan Pasifik.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri Teuku Faizasyah mengenai hasil pertemuan Presiden SBY dengan Menlu Jepang Takeaki Matsumoto. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Sabtu (9/4/2011).

"Pemerintah bersedia secara teratur menyampaikan kemungkinan dampak krisis nuklir. Pemberitahuan akan disampaikan melalui perwakilan negara yang ada di Tokyo," kata Faiz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Menlu Matsumoto juga menyampaikan rasa terima kasih kepada bangsa Indonesia atas bantuan kemanusiaan dalam tahap tanggap darurat gempa dan tsunami yang melanda 11 Maret 2011. Pemerintah Jepang juga menghargai upaya Indonesia selaku Ketua ASEAN mendorong komunitas ASEAN berpartisipasi dalam percepatan rekontruksi dan regabilitasi pasca bencana.

Pemerintah Jepang juga menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan berbagai program bantuan yang telah dijanjikan untuk negara-negara ASEAN. Sebab kemajuan ekonomi ASEAN akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi Jepang yang melesu akibat dampat bencana alam.

"Jepang tetap berkomitmen terhadap pembangunan Asia Tenggara. Sebab disadari bahwa kemajuan negara-negara ASEAN akan membawa imbas positif bagi Jepang," ujar Faiz.

Usai pertemuan empat mata, Presiden SBY dan Menlu Matsumoto menghadiri pembukaan ASEAN-Japan Special Meeting yang digelar di Sekretariat ASEAN, Jl Sisingamangaraja, Jakarta. Pertemuan dihadiri oleh wakil pemerintahan negara-negara anggota ASEAN itu membahas bentuk kontribusi yang tepat ASEAN sumbangkan kepada Jepang dalam mempercepat rekontruksi dan rehabilitasi pasca bencana.

Tampak hadir adalah adalah Deputi PM/Menlu Kamboja Hor Namhong, Mendagri Laos Phongsavath Boupha, Menlu Malaysia Datuk Sri Anifah bin Haji Aman, Menlu Myanmar Myo Myint, Wamenlu Filipina Albert F del Rosario, Menlu Thailand Kasit Piromya, Wamenlu Vitnam Dao Viet Trung dan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan.

Sementara Brunei dan Singapura mengirimkan utusan khusus, mereka adalah Hajah Masnah dan Chew Tai Soo. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan dan Menlu RI Marty Natalegawa.

(lh/gah)


Berita Terkait