"Kami mengirimkan kapal untuk menyokong RS Pusat Misrata, dengan mengirimkan pasokan medis yang cukup untuk mengobati 300 pasien yang terluka akibat senjata di lapangan," ujar Kepala Komite Palang Merah Internasional, Jean-Michel Monod dalam pernyataannya di Tripoli, Libya, seperti dilansir Reuters, Sabtu (9/4/2011).
Bantuan ini tiba seminggu setelah badan kemanusiaan independen ini melakukan negosiasi dengan pemerintah Libya demi memuluskan akses ke wilayah barat Libya. Palang Merah Internasional sendiri telah diterjunkan di wilayah-wilayah yang dikuasai para pemberontak (kelompok anti-Khadafi), seperti di Benghazi dan Tobruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasukan Khadafi terus melanjutkan serangan membabi buta di rumah-rumah di Misrata. Hari ini, empat martir tewas, termasuk 2 anak-anak di bawah usia 4 tahun," ujarnya seperti dilansir AFP.
Namun, hal ini justru semakin menumbuhkan kepercayaan diri para pemberontak yang mulai berani berperang melawan pasukan Khadafi. Hal ini ditandai dengan semakin melonggarnya pembatasan terhadap para jurnalis yang meliput di kota Brega.
Kota Misrata, yang terletak sekitar 215 kilometer dari Tripoli ini menjadi sasaran terakhir para pemberontak. Mereka telah berjuang melawan pasukan yang setia pada Khadafi sejak 40 hari terakhir.
(nvc/ape)











































