"Dari keluarga kirim ke Presiden pada 6 April," ujar Kiki ketika dihubungi, Sabtu (9/4/2011).
Mahasiswi semester 4 jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti ini, mengakui jika SBY belum membalas surat itu. Namun pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) masih terus berupaya agar ayahnya bisa segera bebas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Kiki bersyukur, ayahnya saat menelepon pakdenya pada Jumat (8/4) kemarin, mengaku sehat dan baik-baik saja. Ayahnya menyampaikan pesan perompak untuk segera membayar biaya sandera. Jika tidak harga akan naik.
Perempuan yang tinggal di Ciledug ini menuturkan, nilai sandera pertama yang diminta perompak Somalia yakni US$ 2,6 juta. Karena nggak ditanggapi, nilai sandera naik menjadi US$ 3,5 juta dan terakhir perompak meminta tebusan US$ 9 juta.
Seperti diinformasikan sebelumnya, Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tangga 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.
Usaha pembebasan sendiri hingga saat ini belum membuahkan hasil, sementara keluarga ABK mengaku sangat cemas. Mereka berharap pemerintah RI bisa turun tangan membantu pembebasan, dan sudah melaporkan kejadian tersebut melalui kotak aduan online Mabes Polri.
(nik/gah)










































