"Menurut undang-undang ada penyelidikan koneksitas yang dilakukan POM TNI dengan polisi, karena itu terjadi pada warga sipil (Malinda) dan anggota TNI," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanudin kepada detikcom, Sabtu (9/4/2011).
Hasanudin mengatakan setelah dilakukan penyelidikan, nantinya bisa disimpulkan apakah Rio Mendung melanggar etika, disiplin atau pidana. Kemudian setelah itu dilaporkan kepada Panglima TNI untuk menjalani proses selanjutnya.
"Selama proses penyelidikan ada dugaan keras atau tindakan lebih berat. Dalam proses itu tim melaporkan ke Panglima TNI untuk mencopot yang bersangkutan untuk dilanjutkan ke penyidikan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan pasal tersebut mengatakan bagi prajurit yang menjalani masa pensiun berhak memperoleh masa persiapan pensiun (MPP) selama 1 (satu) tahun. Pemberian MPP tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada prajurit yang bersangkutan mencari jenis pekerjaan lainnya sebagai persiapan setelah pensiun.
Sebelumnya Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menegaskan bergabungnya Marsekal Madya TNI Rio Mendung Thalieb menjadi Komisaris di PT Sarwahita Group Management (SGM) bukan merupakan pelanggaran. TNI memang memberikan kesempatan kepada anggotanya yang sebentar lagi pensiun untuk mempersiapkan masa pensiunnya.
"Perlu kita ketahui bersama bahwa Rio Mendung bulan 8 ini akan mengakhiri tugasnya. Dalam peraturan kita satu tahun sebelum mengakhiri tugas, beliau ini boleh melakukan penjajakan untuk mempersiapkan masa purna tugas, nah itu yang dilakukan Pak Rio. Jadi tidak ada yang dilanggar," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-65 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Sabtu (9/4).
Sebelumnya PT Sarwahita Group Management (SGM) membenarkan Marsdya Rio Mendung Thalieb sebagai Komisaris Utama di perusahaan. Rio adalah Wakil Gubernur Lemhanas. PT Sarwahita merupakan salah satu perusahaan yang sahamnya pernah dipegang Malinda Dee.
Terkait kedudukannya sebagai salah satu komisaris di perusahaan tersebut, Rio Mendung Thalieb tidak secara tegas mengakuinya. Dia berkelit, dalam perusahaan tersebut secara pribadi sebenarnya dia hanya ingin menjadi penasihat yang bisa menyumbangkan ide dan pemikirannya berdasarkan ilmu yang dia kuasai.
(mpr/gah)










































