"Masyarakat tidak bisa menghakimi, kasihan beliau," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Soetan Bhatugana kepada wartawan usai acara diskusi Polemik Trijaya 'Calon Presiden Tanpa Parpol' di Resto Warung Daun, Jl Cikini Raya No 26, Jakarta Pusat, Sabtu (9/4/2011).
Soetan berpendapat, tertangkapnya aksi Arifinto tesrebut oleh wartawan bisa terjadi karena kebetulan saja. Menurutnya, Arifinto sedang apes saat itu.
"Mungkin ada yang mengirim, tapi pas mau dihapus terus terlihat oleh wartawan. Jadi itu sedang apes saja menurut saya," tuturnya.
Dikatakan Soetan, bisa jadi ada anggota DPR lain yang berbuat serupa namun tidak tertangkap oleh 'mata' wartawan. Lebih lanjut, Soetan mengusulkan agar gadget ataupun handphone milik anggota DPR ditinggalkan di ruang paripurna saja agar hal seperti ini tidak terulang.
"Mungkin ada juga yang lain yang melakukan. Kalau perlu handphone atau gadget lainnya ditinggalkan saja di luar, supaya aman dan tidak terjadi hal seperti itu lagi," ucap Soetan.
Namun, jika tidak membawa gadget atau hanphone, pasti akan banyak anggota DPR yang tertidur dalam rapat?
"Yang di dalam sudah tahu apa isi yang akan dibacakan, ya suasana seperti itu. Kami tidak mau komentar lebih jauh karena itu bukan berasal dari partai kami," tandasnya.
(nvc/gah)











































