Kasus Arifinto Bisa Coreng Citra PKS

Kasus Arifinto Bisa Coreng Citra PKS

- detikNews
Sabtu, 09 Apr 2011 12:15 WIB
Kasus Arifinto Bisa Coreng Citra PKS
Jakarta - Politisi PKS Arifinto tertangkap kamera sedang menonton materi pornografi saat rapat paripurna DPR. Kelakuan Arifinto itu sedikit banyak akan merugikan partai PKS yang notabene berbasis agama.

"Perilaku yang mengusik standar moralitas bagi anggota parpol yang berasal dari partai berbasis agama itu akan mendapat hukuman yang lebih besar dari publik dibanding dengan partai non berbasis agama," kata Wasekjen DPP PPP, M Romahurmuziy.

Romahurmuziy mengatakan itu usai mengikuti diskusi Polemik Trijaya FM 'Calon Presiden Tanpa Parpol' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (9/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota DPR Komisi VII ini menilai, kasus Arifinto juga bisa mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap parpol berbasis agama. Namun, peristiwa ini menunjukan jika perilaku seseorang jangan dilihat berdasarkan latar belakang parpolnya.

Romahurmuziy menilai, sebagai pejabat publik, seharusnya Arifinto mampu menjaga sikap dan perilakunya. Intensitas pengawasan yang dilakukan terhadap para pejabat publik, pasti akan jauh meningkat dibanding dengan orang biasa.

"Ini terjadi karena figur pejabat publik diminta lebih dalam perilakunya ketimbang masyarakat kebanyakan," lanjutnya.

"Tentu ini menjadi pelajaran berharga bagi teman-teman saya di DPR untuk lebih mawas diri terhadap pribadinya," tandasnya.

Anggota DPR dari PKS Arifinto tertangkap basah oleh kamera wartawan Media Indonesia ketika sedang menonton video porno saat rapat paripurna DPR. Arifin mengaku jika ia membuka e-mail miliknya karena jenuh mengikuti rapat paripurna.

Arifin mengatakan, ia sudah biasa membuka e-mail saat rapat di DPR. Karena dengan membuka e-mail, bisa membantu pekerjaannya.

"Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah," katanya.

Arifin juga tetap menampik tudingan jika ia sengaja menonton video porno. Ia menonton video porno secara tidak sengaja, karena membuka link yang dikirimkan seseorang kepadanya.
Β 
"Pada waktu saya membuka e-mail, beberapa detik saya membuka, saya dijepret. Seolah-olah sampai kiamat saya nonton," elak Arifinto.

(mok/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads