"Bangsa yang suka mencoba-coba inilah yang rusak karena tidak konsisten. Tidak akan besar kalau begini terus. Suka trial and error yang menjadi korban adalah rakyat," kata Ketua DPP Partai Demokrat Soetan Bhatugana.
"Sudah pernah diajukan ke MK tapi ditolak dengan pertimbangan yang bersifat konstitusional," ujar anggota Fraksi PDIP Arif Budimanta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soetan mengatakan posisi presiden di independen sangat rapuh jika berhadapan dengan parlemen. Dia mencontohkan Presiden SBY yang kerap digoyang padahal Partai Demokrat yang mengusungnya mayoritas di parlemen.
Senada dengan Soetan, Arif Budimanta mencontohkan capres independen di Amerika tidak banyak yang memilih. Ujung-ujungnya rakyat memilih calon dari parpol juga.
Dalam pemilukada, calon-calon yang terpilih akhirnya merapat ke partai. Meskipun mereka pada awalnya berjalan sendiri.
"Karena ketika setelah dipilih jadi pimpinan maka mereka akan berhadapan dengna kekuatan-kekuatan parpol," jelas Arif.
(gah/lh)











































