Kepala Bidah Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin mengatakan, dari keterangan 5 korban, YS tidak tampak saat merampas mobil Toyota Rush H 90 SB.
"Korban menyatakan tidak melihat YS di TKP, jadi dia tidak terlibat," tegas Baharudin kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (8/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ditelusuri pihak Propam sejak kemarin dan semalam, bahwa ID Card itu pernah hilang di TMII," kata Baharudin.
Sekuriti TMII yang menemukan KTA tersebut kemudian menyerahkannya ke Ary K Marylus. Ary adalah debitur Buana Finance atau pemilik mobil Honda Freed B 1778 EFX, yang ditarik oleh debt collector Buanan Finance dua bulan lalu.
"AK ini berteman dengan Aiptu YS," katanya.
Namun, Baharudin sendiri tidak menjelaskan bagaimana KTA tersebut bisa hilang. "Itu kartu lama, dia sendiri sekarang anggota Intel di Polresta Bekasi Kabupaten," katanya.
Baharudin melanjutkan, saat KTA tersebut ditemukan, Ary kemudian menyimpannya di dalam mobil Honda Freed tersebut. Kemudian, mobil Honda Freed itu ditarik oleh debt collector Buana Finance karena menunggak.
"Jadi AK ini saat itu ribut dengan istrinya. Sehingga kemudian mobil itu tidak terbayar," katanya.
Sementara itu, Baharudin mengatakan, pihaknya belum meminta keterangan dari YS. Karena, YS hingga kini masih cuti.
"Yang bersangkutan cuti antar istri berobat dari tanggal 4-9 April besok," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. "Apakah betul seperti cerita yang disampaikan oleh saksi atau tidak," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah memintai keterangan dari 8 saksi. 5 Di antaranya adalah korban, istri AK, AK dan juga dua debt collector.
Sementara itu, saat ditanya apa motivasi Ary menyimpan KTA Aiptu YS, ia mengaku belum bisa memastikannya. "Mungkin dipikirnya, bisa bantu di jalan," katanya.
(mei/anw)










































