"Belum ada kabar korban (WNI) apakah ada yang terluka ataupun cedera akibat gempa bumi semalam," ujar Menlu Marty Natalegawa.
Marty mengatakan itu dalam jumpa pers di sela-sela pertemuan Joint Border Committee antara Thailand dan Kamboja membahas konflik dan perbatasan yang difasilitasi pemerintah Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa Jepang itu telah menimbulkan kebocoran air radioaktif di PLTN Onagawa di prefektur Miyagi. Menurut Marty, pihaknya belum mendapat kabar apakah kebocorannya sama dengan PLTN Fukushima. Meski demikian, WNI di Jepang harus menaati saran pemerintah Jepang untuk evakuasi 50 km dari lokasi kebocoran.
"Kita sudah mengambil langkah evakasi dari radius 50 km, dari pusat tenaga nuklir. Itu yang sudah dilakukan dan belum ada rencana untuk memperluas," kata Marty.
Televisi NHK melaporkan, dua orang tewas dan 100 orang terluka akibat musibah itu. BMKG Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Namun akhirnya peringatan tsunami ini dicabut pukul 00.55 waktu setempat, atau Kamis pukul 22.55 WIB.
Gempa ini merupakan gempa susulan dari gempa utama pada 11 Maret 2011 yang disertai tsunami. Musibah bulan itu menewaskan sedikitnya 12.500 orang.
(nik/fay)











































