Menlu: Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Jepang

Menlu: Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Jepang

- detikNews
Jumat, 08 Apr 2011 16:48 WIB
Jakarta - Jepang digoyang gempa 7,4 SR sekitar pukul 23.32 waktu setempat atau sekitar pukul 21.32 WIB, Kamis (7/4) kemarin. Belum ada laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam musibah itu.

"Belum ada kabar korban (WNI) apakah ada yang terluka ataupun cedera akibat gempa bumi semalam," ujar Menlu Marty Natalegawa.

Marty mengatakan itu dalam jumpa pers di sela-sela pertemuan Joint Border Committee antara Thailand dan Kamboja membahas konflik dan perbatasan yang difasilitasi pemerintah Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/4/2011).

Menurut Marty, Dubes RI untuk Jepang M Lutfi masih terus mengupayakan perlindungan WNI di negari Sakura itu. "Saya kira gempa bumi yang terjadi tadi malam mengingatkan pada kita semua betapa ancaman gempa bumi terus menerus dihadapi," tuturnya.

Gempa Jepang itu telah menimbulkan kebocoran air radioaktif di PLTN Onagawa di prefektur Miyagi. Menurut Marty, pihaknya belum mendapat kabar apakah kebocorannya sama dengan PLTN Fukushima. Meski demikian, WNI di Jepang harus menaati saran pemerintah Jepang untuk evakuasi 50 km dari lokasi kebocoran.

"Kita sudah mengambil langkah evakasi dari radius 50 km, dari pusat tenaga nuklir. Itu yang sudah dilakukan dan belum ada rencana untuk memperluas," kata Marty.

Televisi NHK melaporkan, dua orang tewas dan 100 orang terluka akibat musibah itu. BMKG Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Namun akhirnya peringatan tsunami ini dicabut pukul 00.55 waktu setempat, atau Kamis pukul 22.55 WIB.

Gempa ini merupakan gempa susulan dari gempa utama pada 11 Maret 2011 yang disertai tsunami. Musibah bulan itu menewaskan sedikitnya 12.500 orang.


(nik/fay)


Berita Terkait