"Dia berangkat segar bugar. Nggak ada sakit apa-apa dari dulu. Namanya sakit jantung, stroke, Bapak nggak pernah ," ujar Esi sebelum bertemu dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4/2011).
Esi datang bersama anaknya yang masih kecil dan dua pengacaranya. Wanita berkerudung ungu itu membawa foto suaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Esi meminta tanggung jawab Citibank atas kematian suaminya. Dia juga berharap ada perlindungan bagi keluarganya setelah dipanggil oleh Komisi XI.
Esi mengungkapkan, setelah kematian suaminya, Citibank belum mengucapkan belasungkawa. "Belum ada sama sekali dari Citibank ke kita," tutur wanita yang mengenakan baju berwarna biru tua ini.
Salah satu pengacara Irzen, Slamet Yuwono, berharap, Citibank mendapat sanksi tegas. Namun pihaknya belum akan mengajukan tuntutan ganti rugi.
"Belum sampai ke situ. Kita fokus ke pidana saja," kata Slamet.
Hingga pukul 14.30 WIB, Komisi XI masih mengadakan rapat internal untuk menyimpulkan hasil rapat antara BI, Citibank dan polisi selama dua hari berturut-turut. Esi, anak, dan pengacaranya ditemui oleh politisi PDIP Maruarar Sirait dan Lauren Bahang Dama dari FPAN. Esi diundang untuk menyampaikan keluh kesahnya pada Komisi XI DPR.
(nik/nrl)











































