Kartono: Dokter Tak Boleh Simpulkan Kemampuan Gus Dur

Kartono: Dokter Tak Boleh Simpulkan Kemampuan Gus Dur

- detikNews
Selasa, 08 Jun 2004 16:04 WIB
Jakarta - Kasus tidak lolosnya Gus Dur sebagai calon presiden masih terus dipersoalkan. Mantan Ketua umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Mohamad menyatakan tim dokter sebenarnya tidak boleh menyimpulkan seseorang itu mampu atau tidak mampu.Menurut Kartono, tim dokter hanya boleh mengatakan seseorang memiliki penyakit atau tidak. Sebab kemampuan seseorang tidak hanya didasarkan pada hasil tes kesehatan tanpa dicocokkan dengan job analysis. Seharusnya ada mekanisme penentuan untuk mengukur kemampuan seseorang."Kemampuan tidak dilihat hanya dari kesehatan tapi juga dari tugas yang diemban," kata Kartono Mohamad dalam jumpa pers di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Selasa (8/6/2004). Jumpa pers ini juga dihadiri Gus Dur, Ketua umum PKB Alwi Shihab, dan Ketua LBH Kesehatan Iskandar Sitorus.Gus Dur menambahkan, menurut peraturan yang berhak menetapkan patut tidaknya seseorang menduduki jabatan dilihat dari kesehatan bukan IDI tetapi menteri kesehatan. "Yang pengecut juga. Diam-diam saja," tukasnya.Menurut Gus Dur, keputusan KPU tidak meloloskan dirinya sebagai capres itu bagian dari komplotan untuk menjegalnya jadi presiden. "Ini bagian dari sebuah komplotan untuk melarang saya jadi presiden. Karena saya mengubah status quo." Lalu dilanjutkan Gus Dur, "Semua ini mafia peradilan, korupsi sebagai bagian dariKKN, semua itu mempertahankan status quo. Kalau kali ini tidak dapat presiden yang benar, ya udah, kita akan jadi bulan-bulanan semua orang. Terutama perusahaan-perusahaan besar dan negara super power."Namun, ketika ditanya sampai kapan akan mempersoalkan masalah ini, Gus Dur justru menyatakan sudah pasrah. "Itu sudah saya serahkan pada Tuhan, pada rakyat. Itu sudah selesai. Eksekutif kan takut pada KPU, legislatif takut pada eksekutif. Saya tidak jadi presiden pun saya hidup." (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads