"Sekarang kan forum tertigggi paripurna, bukan rapat konsultasi. Apapun bisa berubah di paripurna," kata Anggota FPDIP DPR, Maruarar Sirait, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4/2011).
Hal itu disampaikan Maruarar menanggapi pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie yang prihatin dengan ketidakkonsistenan FPDIP, dengan meminta penundaan pembangunan gedung di rapat paripurna. Padahal, dalam rapat konsultasi kemarin, yang juga dihadiri perwakilan FPDIP, fraksi oposisi ini menyatakan pembangunan jalan terus.
Ditanya mengenai sikap perwakilan fraksinya dalam rapat konsultasi, Maruarar mengatakan, lebih baik itu ditanyakan kepada yang bersangkutan. Dia hanya mengetahui fraksinya sejak awal meminta pembangunan gedung baru ditunda.
Ara, sapaan akrabnya, mengatakan, sikap fraksinya sampai saat ini kompak meminta penundaan pembangunan gedung.
"Lihat saja tadi saat walkout, kita kompak semua keluar," kata Maruarar. Dalam sidang paripurna pagi tadi, Maruarar sempat maju ke mimbar pimpinan sidang untuk melobi agar gedung baru dibahas lagi.
Ketua DPP PDIP ini juga menyayangkan sikap pimpinan sidang yang tidak menggubris sikap fraksinya agar sidang membahas lagi nasib pembangunan gedung.
"Harusnya diberi kesempatan dulu kepada fraksi bagaimana sikap masing-masing," ujarnya.
Lebih jauh dia menambahkan, sikap FPDIP yang meminta penundaan pembangunan gedung baru didasarkan pada aspirasi mayarakat di lapangan.
"Dari rakyat yang kita temui di dapil dan yang datang ke gedung DPR, tidak ada rakyat yang setuju pembangunan gedung baru DPR di tengah keprihatinan sekarang ini," ujarnya.
(lrn/anw)











































