Beredarnya SMS ini diinformasikan oleh sejumlah anggota DPR. Marwan Jafar mengaku mendapat SMS tersebut. Ia pun ikut mengklarifikasi bahwa fraksinya tidak menerima uang muka proyek gedung baru DPR.
"SMS seperti itu beredar, tapi yang jelas FPKB tidak menerima sedikit pun. Ini SMS nggak jelas," tutur Ketua FPKB DPR itu kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pastikan itu tidak ada," tepis Priyo.
Menurut informasi dari sumber detikcom di DPR, SMS tersebut berisi informasi pemberian uang jadi pembangunan gedung baru DPR dari dua perusahaan peserta tender pembangunan gedung baru DPR. Untuk diketahui proses tender pembangunan gedung baru DPR sedang berlangsung. Peserta tender berasal dari sejumlah perusahaan besar antara lain PT PP, PT Adhi Karya, dan PT Wika.
(van/nrl)











































