"Karena kejadiannya di depan Kepala Sekolah, guru, dan murid, saya meminta dia maaf kepada mereka juga, biar tahu rasa," kata Rudi saat dihubungi detikcom, Jumat (8/4).
Kesepakatan damai tersebut, Rudi melanjutkan, disepakati Kamis (7/4) malam, di hadapan Kapolsek Cipayung Kompol Umar Ambar Triyanto. Zainuri, kata Rudi, menerima perdamaian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, permohonan maaf yang diminta Rudi akan dilakukan hari ini. Namun sampai tadi pukul 10.45 WIB, dirinya dan pihak sekolah belum menerima kabar kedatangan Zainuri.
"Sampai sekarang belum nongol," katanya.
Sementara itu Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Didik Heryadi membenarkan kedua pihak yang berselisih tersebut sudah sepakat untuk tidak meneruskan permasalahan tersebut ke jalur hukum.
"Tapi, walau sudah berdamai yang bersangkutan (Zainuri) tetap akan ditindaklanjuti. Kita tidak tinggal diam dengan kejadian ini," jelas Didik.
Dia juga menyatakan, pihaknya belum memberikan sanksi terhadap Aiptu Zainuri terkait insiden tersebut. "Kalau sanksi menunggu sidang etik dulu, kalau sampai ke sidang etik perdamaian kedua pihak bisa menjadi hal yang meringankan dia," terang Didik.
Rudi nyaris jadi bulan-bulanan Zainuri, Kamis (7/4) kemarin. Permasalahan tersebut dipicu kesalahpahaman karena Rudi dituduh mencemooh Zainuri.
"Saya dituduh menghina kartu anggota Pokdar Kamtibmas (Kelompok Sadar Keaman dan Ketertiban Masyarakat)," kata Rudi saat ditemui di Polsektro Cipayung, kemarin malam.
Zainuri yang juga Kepala Pospol Lubang Buaya tiba-tiba mendatangi Rudi yang tengah mengajar di hadapan murid-muridnya. Zainuri lantas melayangkan tinjunya namun berhasil ditangkis Rudi.
Saat dilerai, emosi Zainuri bukannya mereda. Sang polisi yang saat itu masih berseragam dinas lengkap tersebut malah mengeluarkan kata-kata kotor kepada Rudi di hadapan murid dan guru-guru yang saat itu berada di lokasi kejadian.
(ahy/anw)










































