Warga Eks Transmigran Timtim 'Sandera' Anggota DPRD Bali
Selasa, 08 Jun 2004 15:37 WIB
Denpasar - Sekitar 500 warga eks transmigran Timtim 'menyandera' anggota DPRD Bali, Gubernur Bali dan sejumlah pejabat pemda. Warga juga sempat bersitegang dengan polisi.Ceritanya, rapat gabungan digelar Gedung DPRD Bali jalan Dr Kusumaatmadja Denpasar pukul 09.00 WITA, Selasa (8/6/2004). Turut hadir Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa beserta 55 anggota dewan, dan Gubernur Bali Dewa Made Beratha.Warga kemudian mencoba 'menyandera' mereka agar tidak meninggalkan gedung dewan dengan menutup pintu masuk pukul 12.00 WITA. Warga ingin bertemu dengan mereka ntuk menyampaikan tuntutan ganti rugi aset kekayaan Rp 50 juta per KK pasca jajak pendapat Timtim tahun 1999. Mereka totalnya berjumlah 688 KK.Melihat gelagat warga, polisi menambah jumlah pasukan untuk mengamankan situasi. Begitu memasuki halaman gedung dewan, polisi dicaci maki warga. Suasana memanas, namun polisi tidak meladeni cacian warga.Warga kian marah ketika 1 pleton Brimob Polda Bali masuk ke halaman gedung dewan pukul 15.50 WITA. Warga menduga aparat menguasai pintu samping untuk memberi akses jalan keluar bagi anggota dewan, gubernur, dan pejabat pemda.Beberapa warga yang tampak putus asa merebahkan dirinya di aspal agar mobil tidak bisa lewat. Melihat aksi itu, polisi tetap menahan diri dan tidak menindak warga.Sekitar pukul 16.00 WIB, rapat gabungan selesai. Warga berlarian menuju lobi gedung dan mencoba menerobos masuk. Warga pun dorong-dorongan dengan polisi yang menghadang laju warga.Beberapa pejabat bertahan di lantai 3 gedung dewan sambil mengamati situasi. Beberapa pejabat lainnya menyelinap lewat pintu belakang. Sedangkan sebagian lagi dikawal aparat.Negosiasi pun dilakukan antara polisi dengan warga. Polisi mengimbau warga untuk tidak berbuat anarkis. Warga menyatakan hanya ingin agar dewan segera menyelesaikan masalah. Padahal rapat gabungan pun bukan membahas masalah warga.Selasa 8 Juni 2004 ini merupakan hari keempat warga menginap. Tiga hari warga menginap di Lapangan Renon yagn berlokas di depan kantor gubernur dan gedung dewan. Kemudian satu hari berikutnya warga menginap di halaman gedung dewan.
(sss/)











































