3 Menteri Cek Kesiapan Kapal Pengangkut TKI Overstayer di Arab Saudi

3 Menteri Cek Kesiapan Kapal Pengangkut TKI Overstayer di Arab Saudi

- detikNews
Jumat, 08 Apr 2011 11:20 WIB
Jakarta - Ribuan TKI overstayer di Arab Saudi akan diangkut pulang menggunakan kapal laut. Tiga menteri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan mengecek kesiapan kapal tersebut. Pengecekan dilakukan di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok.

"Jam 15.00 WIB, Menkokesra, Menhub dan Menakertrans juga BNP2TKI akan mengecek kesiapan kapal," ujar Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat saat dihubungi detikcom, Jumat (8/4/2011).

Menurut Jumhur, kapal tersebut baru akan berangkat, Sabtu (9/4) besok dari Tanjung Priok menuju Arab Saudi. Ribuan TKI Overstay di Arab Saudi direncanakan diangkut menggunakan kapal berawak 55 orang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Total ada 2.927 TKI Overstayer yang terdata akan dibawa pulang. Jumlah awak ada 55 dari imigrasi, petugas kesehatan, imigrasi, polisi dan sebagainya," jelas Jumhur.

Kapal tersebut akan berangkat dari tanggal 9 hingga 22 April. Kapal akan istirahat 2 hari dan tanggal 24 baru akan berangkat ke Indonesia.

"Tanggal 3 Mei baru tiba di sini," imbuhnya.

Kapal ini menyediakan 66 tempat tidur kelas eksekutif, 1.866 tempat tidur kelas ekonomi double bed dan 1.152 tempat tidur kelas ekonomi single bed.

Mengenai biaya pemulangan TKI dari Jeddah ke Jakarta dengan KM Labobar, Jumhur mengaku, biaya keseluruhan mencapai sekitar Rp 24,5 miliar atau rata-rata sekitar Rp 8 juta per TKI, meliputi tiket dengan pelayanan kamar sekaligus makan-minum selama perjalanan.

Pemulangan 2.927 WNI Overstaye dan TKI Bermasalah dari Jeddah dikoordinasi Kementerian Koordintor Kesejahteraan Rakyat, melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, BNP2TKI, TNI, dan Polri.

Gelombang pemulangan WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dari Jeddah dimulai sejak Senin (14/2) sebanyak 301 WNI/TKI, disusul gelombang II pada Jumat (18/2) 335 orang, gelombang III, Kamis (24/2) dengan 350 orang, gelombang IV pada Senin (28/2) 415 orang, gelombang V pada Rabu (9/3) 305 WNI/TKI, serta gelombang VI, Sabtu (19/3) untuk 367 WNI/TKI. Pemulangan gelombang VII dengan KM Labobar Pelni adalah terakhir dari jumlah 5000 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah yang mendapat pengampunan.

Para WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah itu, sesuai pendataan BNP2TKI umumnya berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian kecil dari Sumatera Selatan, Jakarta, dan Yogyakarta.

Dikatakan Jumhur, setelah tahap pemulangan sejumlah 5.000 WNI/TKI ini selesai, pemerintah kembali memproses pemulangan sejumlah WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah lainnya, dengan lebih dulu mengupayakan pengampunan dari pemerintah Arab Saudi.

Ditambahkan, di Arab Saudi terdapat sekitar 50.000 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dan lebih 25 ribu di antaranya berada di wilayah Jeddah.

(ape/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini