Balas Dendam, AS Usir Dubes Ekuador

Balas Dendam, AS Usir Dubes Ekuador

- detikNews
Jumat, 08 Apr 2011 08:08 WIB
Washington - Amerika Serikat (AS) memerintahkan pengusiran Duta Besar Ekuador untuk Washington. Hal ini dilakukan sebagai aksi balas dendam setelah utusan AS di Quito, Ekuador diusir paksa setelah bocornya sebuah kabel diplomatik.

Duta Besar Luis Gallegos dipanggil ke Departemen Luar Negeri yang kemudian menyatakan dia sebagai 'persona non grata' atau pihak yang tidak diinginkan dan diminta untuk meninggalkan AS secepat mungkin, menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Charles Luoma-Overstreet kepada AFP, Kamis (7/4/2011).

Pada Selasa lalu, pemerintah Ekuador meminta Duta Besar AS untuk keluar dari negara tempatnya bertugas setelah bocornya sebuah kabel diplomatik, dimana Hodges mengatakan Presiden Rafael Correa secara sengaja mengangkat kepala polisi yang korup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan yang tidak adil dari pemerintah Ekuador dalam menyatakan Duta Besar Hodges sebagai 'persona non grata' membuat kita tidak punya pilihan lain selain mengambil tindakan balasan. Hodges adalah salah satu diplomat kami yang paling berpengalaman dan berbakat," kata Luoma-Overstreet dalam sebuah email.

Menurut Luoma-Overstreet, AS juga akan menunda dialog bilateral yang sudah dijadwalkan akan diadakan pada bulan Juni mendatang.

"AS ingin memiliki hubungan yang positif dengan Ekuador, tapi keputusan yang disesalkan dan tidak beralasan dari Ekuador yang menyatakan Duta Besar Hodges sebagai persona non grata harus dipertimbangkan," katanya lagi.

Dua kejadian pengusiran ini terjadi hampir setahun setelah Sekretaris Negara AS, Hillary Clinton bertemu dengan pemimpin kiri Ekuador, Correa di Quito sebagai usaha untuk menabur perselisihan antara Correa dengan Hugo Chavez, pemimpin Venezuela yang anti-AS.

Pada kunjungannya, Clinton menyatakan bahwa AS berkomitmen untuk bermitra dalam dialog terbuka dan bekerja sama dengan Ekuador.

Pada hari Kamis, Ekuador menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara akan dapat mengatasi permasalahan diplomatik ini.

Di Quito, Menteri Luar Negeri Ekuador Ricardo Patino mengatakan bahwa reaksi AS adalah prosedur diplomatik yang normal.

"Kami berharap agar dalam beberapa minggu ke depan kami dapat meneruskan dialog," kata Patino.

Patino mengatakan bahwa Deputi Sekretariat Negara AS Arturo Valenzuela telah memberitahu Gallegos tentang keputusan AS tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Ekuador bersikap tegas terhadap Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat terkait kawat diplomatik yang dibocorkan oleh WikiLeaks. Presiden Ekuador Rafael Correa meminta Dubes AS Heather M. Hodges untuk angkat kaki dari negara tersebut.

(rdf/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads