Guru tersebut bernama Rudi Widodo (56). Dia dituduh anggota polisi bernama Aiptu Zainuri sebagai penyulut persoalan dan memecah emosi sang polisi.
"Saya dituduh menghina kartu anggota Pokdar Kamtibmas (Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang dibuatnya, hingga akhirnya ia mendatangi saya di sekolah dan memukul saya," kata Rudi saat ditemui di Polsek Cipayung, Jl Raya Hankam 1, Jakarta Timur, Kamis (7/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seketika saja, pelaku yang berseragam dinas tersebut langsung melayangkan tinjunya ke arah muka sang guru. "Pukulannya langsung ditangkis," kata Rudi.
Guru-guru yang seketika melihat peristiwa tersebut langsung berlari dan melerai keduanya. Bukan mereda, emosi Zainuri kian menjadi saat guru-guru menahan Zainuri untuk melayangkan tinju susulan.
"Dia mengeluarkan kata-kata kotor yang seharusnya tidak diucapkan di depan murid-murid," katanya.
Zainuri yang berada di Polsektro Cipayung membantah dirinya melakukan tindak kekerasan kepada Rudi.
"Tidak ada kekerasan, malah dia (Rudi) itu teman saya," kata Zainuri kepada wartawan.
Saat disinggung mengenai bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi, Zainuri menolak memberikan keterangan.
"Saya tunggu komandan saya dulu," katanya sambil berlalu.
(ahy/rdf)











































