Dikecam Banser, Film '?' Sengaja Dibuat Multitafsir

Dikecam Banser, Film '?' Sengaja Dibuat Multitafsir

- detikNews
Kamis, 07 Apr 2011 17:19 WIB
Dikecam Banser, Film ? Sengaja Dibuat Multitafsir
Jakarta - Film '?' (baca: Tanda Tanya) garapan Hanung Baramantyo mendapat kecaman Banser Nahdlatul Ulama Cabang Kota Surabaya. Film ini memang sengaja dibuat multitafsir kendati tidak untuk menjelekkan agama tertentu.

"Judulnya kenapa '?' karena saya bingung memaknai toleransi di Indonesia. Film ini sengaja dibuat multitafsir, tergantung penilaian para penonton," kata Hanung.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di rumah makan Oyster, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2011). Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dan Yenny Wahid turut berada dalam jumpa pers tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyambut baik berbagai kritik atas film tersebut. Film ini sengaja dibuat sebagai reaksi terhadap kondisi sosial beragama yang dinilainya mengalami krisis.

"Saya memang pada awalnya tidak ingin menjelekkan agama tertentu. Saya ajak tokoh-tokoh tertentu untuk terlibat dalam film ini. Ada Glenn Fredly orang Kristiani, dan lain-lain," imbuhnya.

Hanung menjelaskan, dia ingin mengajak masyarakat memaknai kembali Bhinneka Tunggal Ika. Namun jika film ini dianggap kontroversial, dia mempersilakan.

"Satu hal lagi, kita juga akan adakan acara bedah film. Saya belum pernah mendatangi bedah film karena buat saya sutradara kalau sudah mengutarakan karyanya berarti itu sudah selesai," lanjutnya.

Pihak film '?' juga akan menggelar seminar yang salah satunya diadakan di Mojokerto. Selain itu, akan diberikan juga bantuan seragam untuk Banser sebagai bentuk dukungan. Karena di dalam film '?' ada adegan tentang Banser. Sosok Banser yang digambarkan dalam film  Hanung ini yang dipermasalahkan sebagian kalangan.

"Kami berikan seragam untuk Banser sebagai rasa dukungan kami. Film ini komersil makanya tidak bijak kalau tidak ada penghargaan. Bantuan akan kami salurkan melalui Wahid Institute yang dikelola Mbak Yenny (Yenny Wahid)," ucap Hanung.

Sebelumnya, Banser NU Surabaya menilai film tersebut tidak sesuai atau tidak pas dengan karakter Banser sebenarnya. Pertama, Banser bukanlah pekerjaan seperti yang digambarkan dalam film. Banser adalah pengabdian kepada NU sebagai induk organisasi dan Indonesia sebagai negara. Kedua, Banser tidaklah benar suka mengamuk seperti yang ada di film.


(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads