"DPR setiap parlemen, punya kewenangan masing-masing. Tak perlu ngomong gitu, apalagi kan itu internal," kata Agung saat ditanya komentar ketua DPR Marzuki Alie yang mengatakan rencana pembangunan gedung baru DPR diusulkan sejak periode lalu.
Hal tersebut disampaikan Agung usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden SBY di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (7/4/2011).
Menurut Wakil Ketua Umum Golkar ini, memang sudah ada pembahasan tentang grand design kompleks gedung DPR. Namun, rapat-rapat yang digelar masih sebatas rencana jangka panjang kompleks gedung, tidak sampai pada hal-hal detil.
"Belum sampai desain fisik bangunan. Itu mungkin usulan sekarang-sekarang saja, bahkan pernah ada yang menyodorkan gambar-gambar itu kita tolak," imbuhnya.
Agung juga menegaskan, DPR periode 2004-2009 lalu tidak membahas soal anggaran gedung."Kita belum pernah bicarakan detilnya, jadi kalau sekarang dibangun itu tanpa master plan," terangnya.
Terkait dengan pernyataan Presiden SBY tentang gedung baru DPR, Agung menilainya bukan sebagai desakan untuk pembatalan. SBY dianggapnya hanya meminta agar gedung dibuat dengan desain lebih sederhana.
"Tidak. Tapi dibuat dengan kesederhanaan. Lebih sederhana, fungsional, dibuat dengan standar yang ada," tukasnya.
(mad/gun)











































