"Saya ingin melihat Jakarta sebagai tidak hanya, kota metropolitan modern bertaraf internasional, namun juga berwawasan lingkungan dan manusiawi. Saya berharap pembangunan Provinsi DKI Jakarta di masa depan lebih terpacu dan lebih terfokus pada arah yang sesuai cita-cita masyarakatnya sendiri," kata Azis kepada detikcom di Jakarta, Kamis (7/4/2011) pagi.
Pria kelahiran Jakarta tanggal 31 Juli 1970 ini merasa terpanggil maju sebagai Calon Gubenur DKI Jakarta, karena melihat kondisi ibukota yang kian semrawut. Banyak masalah di Jakarta yang tak pernah terselesaikan, seperti masalah kependudukan, tata ruang, arah pembangunan yang tak jelas, yang mengakibatkan munculnya masalah sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azis menilai selama ini Jakarta yang disebut Kota Metropolitan lebih banyak berpihak kepada kaum pemodal besar, ketimbang kelompok ekonomi lemah, seperti pedagang kecil dan warga miskin kota lainya. Kebijakan yang berpihak kepada pemodal besar itu pertumbuhan hanya terjadi dikawasan komersial, tapi memiskinkan pedagang kecil dan juga dampak lingkungan. Banyak alih fungsi lahan terbuka dan hijau menjadi kawasan komersial.
Akibatnya, titik wilayah banjir, kemacetan, polusi udara kian parah di Jakarta. Dampak mningkatnya urbanisasi juga menimbulkan persoalan sosial kemasyarakatan dengan meningkatnya angka kriminalitas dan penyakit kejiwaan lainnya. Hal ini merupakan akibat kekeliruan dalan paradigma tentang pembangunan kota.
“Pengendalian pertumbuhan penduduk yang ketat dan pengentasan permasalahan sosial mendesak, peninjauan kembali tata ruang kota yang menimbulkan inefficiency penggunaan lahan kota, serta percepatan pembangunan infrastruktur kota Jakarta dengan prioritas pembangunan sistem transportasi terpadu, sistem drainase terpadu, menjadi hal yang mesti dilakukan segera oleh Jakarta," jelasnya.
Aziz menambahkan, upaya membangun pengertian dan kesadaran masyarakat terhadap kebijakan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah Jakarta, adalah penting untuk terus menerus ditumbuhkan. Masyarakat harus diberi pengertian bahwa pembangunan yang dilaksanakan sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Oleh sebab itu, apapun bentuk kebijakan dan program pembangunan yang akan diambil dan dijalankan pemerintah DKI Jakarta di masa mendatang, harus melibatkan seluruh komponen masyarakat di semua lapisan.
“Jika semua potensi yang ada tersebut dapat bersinergi dengan baik, saya percaya cita-cita untuk membangun kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat DKI Jakarta akan dapat diwujudkan," pungkasnya.
(zal/gun)











































