Suasana gembira ini terlihat dalam rapat paripurna DPR yang salah satu agendanya adalah mengesahkan UU Imigrasi, Kamis (7/4/2011). Serombongan wanita anggota Tim Advokasi Perkawinan Campuran (TAPC) yang hadir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, spontan saling mengucapkan selamat dan berpelukan ketika DPR mengesahkan produk hukum baru itu.
"Kami sangat berterimakasih dan menghargai kerja keras serta niat mulia DPR, dan pemerintah yang telah mengakomodir aspirasi kami," ujar salah seorang anggota TAPC, Rulita Anggraeni, sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UU Keimigrasian yang baru ini sudah lama kami tunggu kelahirannya. Sekarang keluarga perkawinan campuran memiliki payung hukum yang baru meletakkan posisi keluarga kami setara dan terlindung secara hukum seperti keluarga lain di Indonesia," ujar seorang WNA bersuami Indonesia, Julie Mace, sambil tertawa.
Menkum HAM Patrialis Akbar juga mengapresiasi penetapan UU Keimigrasian. Menurutnya semua WNA yang sudah menikah dengan WNI adalah bagian dari keluarga Indonesa.
"Saya ucapkan selamat karena memang mereka adalah saudara ipar kita," ujarnya.
(van/lh)











































