PT Sarwahita menjadi investor dalam proyek pembangunan PLTD biodisel di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. PT Sarwahita menggandeng Pemkab Rohul dan menandatangani MoU sejak Oktober 2010 lalu. Namun proyek ini rupanya macet karena terkendala izin Penanaman Modal Asing (PMA) dari perusahaan Jerman yang akan memasok mesin PLTD itu.
Kisah proyek investasi itu disampaikan Direktur Perusahaan Daerah (Prusda) Kabupaten Rohul, Nasrul Hadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (7/4/2011). Menurutnya, Pemkab Rohul telah membuat MoU dengan PT Sarwahita untuk membangun PLTD biodisel berkekutan 5 MW di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, Rohul. Saat penandatanganan MoU, pihak perusahaan menghadirkan Presiden Komisaris PT Sarwahita Group Marsdya TNI Rio Mendung Thalieb dan Presiden Direktur Andrea Paresthu.
"PT Sarwahita yang menjanjikan akan membangun PLTD biodisel dengan menanamkan investasi senilai Rp 200 miliar. Namun sampai saat ini rencana pembangunan pabrik itu belum juga terealisasi," kata Nasrul.
Menurut Nasrul, terhambatnya pembangunan PLTD ini dikarenakan pihak PT Sarwahita menggandeng perusahaan asing dari Jerman. Perusahaan Jerman tersebut selaku penyedia mesin PLTD.
"Saya belakangan ini mencoba hubungi Presdir PT Sarwahita, Andrea Paresthu. Saya tanyakan kapan pelaksanaan pembangunannya. Namun katanya, belum bisa, karena perusahaan Jerman itu terkendala izin Penanaman Modal Asing (PMA). Di mana tersendatanya kita tidak tahu," kata Nasrul.
Menurut Nasrul, dalam kerjasama pembangunan ini, pihak perusahaan daerah sama sekali tidak menanamkan modal. Mulai dari pembebasan lahan untuk pabrik serta pembangunannya, menjadi tanggung jawab PT Sarwahita.
"Kalau pabrik itu jadi dibangun, kita perusahaan daerah bekerjasama dalam penyediaan bahan baku untuk biodisel tersebut. Jadi kita sama sekali tidak terlibat dalam investasinya. Kita sebatas penyuplai bahan bakunya saja," kata Nasrul.
Seberapa sering Marsdya Rio Mendung Thalib mengunjungi Rohul? Menurut Nasrul, pria yang menjabat Wagub Lemhannas itu hanya sekali datang ke Rohul saat penandatanganan MoU tersebut.
"Seingat saya, hanya sekali saja Rio Mendung datang ke Rohul. Setelah itu tidak pernah lagi kami melihatnya. Dan sampai sekarang, pihak perusahaan sendiri tidak melakukan apa pun di areal yang sudah mereka canangkan untuk pembangunan PLTD biodisel tersebut," kata Nasrul.
(cha/fay)











































