Dipolisikan KPUD, Ketua Panwaslu Jateng Malah Bangga

Dipolisikan KPUD, Ketua Panwaslu Jateng Malah Bangga

- detikNews
Selasa, 08 Jun 2004 13:29 WIB
Semarang - Ketua Panwaslu Jateng Nur Hidayat Sardini mengaku bangga ketika KPUD Jateng melaporkannya ke polisi. Sardini menilai apa yang dilakukan KPUD menunjukkan adanya pengakuan atas profesionalitas Panwaslu."Saya memandang positif langkah KPUD itu. Mengapa? Karena laporan itu membuktikan kami diakui aktif dalam melakukan tugas dan wewenang kami. Kami tidak pernah tidur," kata Sardini kepada wartawan di kantornya, Jl. Veteran Semarang, Selasa (8/6/2004).Mengenai tuduhan bahwa dia telah mencemarkan nama baik KPUD, Sardini mengatakan belum tahu betul yang dimaksud. Dirinya belum membaca surat laporan baik dari KPUD mau pun polisi. Karena itu, dia tidak bisa berkomentar banyak soal tuduhan itu.Berkaitan dengan laporan KPUD tersebut, Sardini akan melakukan langkah-langkah khusus. "Yang terang, saya harus mengkaji laporan itu, minta advice anggota Panwaslu Jateng dan Kab/Kota serta Panwaslu Pusat. Selebihnya, saya tunggu perkembangan," papar Sardini.Staf Pegajar Undip Semarang ini mengaku bahwa sebetulnya konflik antara KPUD dan Panwaslu memang seperti "takdir" dan berakar dari pusat. Terutama berkaitan dengan sumber otoritas dua lembaga."Ibaratnya saya ini hanya korban. Korban dari ego struktural Jakarta sana. Saya menjalankan tugas sesuai juklak pusat, begitu juga KPUD. Kalau ada masalah berarti itu adalah resiko yang memang sudah dihitung," terang Sardini.Di Jateng, lanjutnya, beberapa Panwas Kab/Kota juga terkena berbagai masalah berkait dengan tugas dan wewenangnya. Dia mencontohkan, beberapa waktu anggota Panwas Batang dipukuli dan Panwas Pekalongan dan Banyumas dilaporkan ke polisi."Saya akan kooperatif dengan hal ini. Sama seperti ketika saya juga pernah diadukan ke polisi oleh anggota PDIP Solo beberapa bulan lalu," kata Sardini yang tak tahu banyak mengapa KPUD tidak berunding dulu dalam menyelesaikan masalah, tapi langsung melaporkannya ke polisi.Baik Panwaslu maupun KPUD Jateng berkantor dalam satu gedung berlantai 3 di Jl. Veteran No. 1 Semarang. Panwaslu berada di lantai 3, sedangkan KPUD di lantai 2. Sehari-hari mereka juga sering bertemu, meski jarang berinteraksi secara intens.Selain itu, beberapa anggota Panwaslu dan KPUD berasal dari satu almamater, yakni Undip. Di antaranya, Ketua KPUD Jateng Fitriyah, anggota KPUD Hasyim Asy'ari, dan Ari Pradanawati. Sementara untuk Panwaslu, yang berasal dari Undip hanya Sardini. (nrl/)


Berita Terkait