Pendapat Golkar hal tersebut akan disampaikan dalam rapat konsultasi pimpinan DPR siang ini, yang akan menentukan sikap DPR apakah pembangunan gedung baru itu dilanjutkan atau tidak.
"Golkar realistis saja, kita memang butuh ruangan. Ruangan di DPR ini sudah tidak cukup untuk bekerja DPR dengan rencana menambah staf ahli," ujar Sekjen Golkar, Idrus Marham, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Butuh sikap gentleman dalam berpolitik. Jangan hanya beropini. Kita tidak untuk berakrobat secara politik disini," keluh Idrus.
Menurut Idrus, DPR dapat mendengarkan aspirasi rakyat dengan efisiensi anggaran. Namun Golkar menolak pembatalan gedung baru.
"Apapun bentuknya itu harus dibicarakan. Opini berkembang harus diperhatikan. Ini perlu dilakukan efisiensi semuanya. Kita hanya perlu meyakinkan rakyat," tutur Idrus.
Idrus menuturkan, gedung baru DPR tidak dibangun dengan kemewahan. "Tidak perlu spa, tidak perlu tenaga ahli berlebihan. Jumlah staf ahli juga tidak perlu," tutupnya.
Pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi DPR menggelar rapat konsultasi hari ini. Dalam rapat ini DPR akan mengambil sikap final terkait kelanjutan gedung baru DPR.
(van/nwk)










































