"Mending bus AKAP tetap di Grogol saja," usul Rahmiati saat ditemui di Terminal Grogol, Kamis (7/4/2011).
Rahmiati yang ingin pulang kampung ke Pacitan bersama suami dan anaknya mengaku tidak tahu kalau bus AKAP sudah dilarang masuk Terminal Grogol. Karena sudah membeli tiket dia akan tetap menunggu sampai bus datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firmanto yang hendak pulang ke Purwodadi juga mengeluhkan hal yang sama. Lokasi Terminal Rawa Buaya dan Kalideres menurutnya, tidak srategis.
"Kalau menurut saya terlalu jauh," keluhnya.
Pengamatan detikcom di terminal Grogol, puluhan penumpang masih tetap berdatangan. Masih terlihat bus-bus AKAP memasuki terminal. 3 Loket penjualan tiket yang rencananya akan dibongkar masih tetap melayani penumpang.
"Iya masih ada, tapi tidak boleh ngetem. Dari pada penumpang terlantar," ujar salah seorang petugas Dinas Perhubungan.
Pelarangan bus AKAP sudah dimulai sejak 1 April 2011 lalu. Minimnya sosialisasi membuat penumpang tetap berdatangan. Perdebatan soal bus AKAP sudah dibahas oleh Dinas Perhubungan DKI bersama Perusahaan Otobus dan DPRD DKI kemarin.
Secara tegas Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono, melarang bus AKAP masuk terminal Grogol. "Apapun alasannya bus AKAP tidak boleh masuk ke Terminal Grogol," kata Pristono, Rabu kemarin.
Sementara itu Ketua Paguyuban AKAP Grogol Yani Saputra, meminta bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Grogol ke Terminal Kalideres dan Rawa Buaya ditunda. "Ditunda selama 3 bulan atau diperpanjang sampai hari raya," pinta Yani.
(did/gun)










































