Sebelumnya, api di tangki 31 T-7 sempat padam, Selasa (5/4), pukul 10.35 WIB, namun kembali menyala sekitar pukul 12.00 WIB. Angin cukup kencang memecah foam yang sudah menutupi permukaan fluida panas di dalam tangki tersebut.
"Sehingga terjadi interaksi dengan oksigen yang mengakibatkan kembali munculnya api," ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Rabu (6/4) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karen menyampaikan, pihaknya memohon maaf khususnya kepada warga yang berada di area operasi RU IV Cilacap. "Kami juga menyampaikan terima kasih, kepada warga masyarakat sekitar yang telah bersikap kooperatif selama terjadinya musibah," tutur Karen.
PT Pertamina menyatakan akan bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas, termasuk memastikan penyebab dari terjadinya musibah kebakaran ini.
"Kejadian semacam ini tidak dapat ditoleransi. karena tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian material, namun tidak menutup kemungkinan dapat membahayakan keselamatan jiwa dari manusia, baik pekerja maupun masyarakat di sekitar operasi Pertamina," ujarnya.
(ahy/irw)











































