"Saat datang polisi, mereka kabur, enggak tahu kemana," kata Satrio di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
Satrio menceritakan, hal ikhwal kelompok debt collector itu mampir ke rumah makan di kawasan Budiasih, Jakarta Timur. Saat itu Honda Odyssey yang ditumpangi pelaku mogok di Cawang, bahkan Satrio yang berada di mobil tersebut sempat diminta mendorong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mendorong mobil itu, Satrio dan seorang temannya sempat berpikir kabur, namun dia ingat dengan 2 temannya yang lain, yang berada di Toyota Rush milik dia yang diambil paksa debt collector tersebut.
Saat mereka mendorong mobil itu, salah seorang pelaku menghubungi teman-temannya yang lain. Lalu tibalah empat pelaku lain dengan menumpang mobil Honda Freed warna abu-abu bernopol B 1778 EFK.
Setibanya di sana sekitar pukul 16.00 WIB, seluruh korban dan pelaku yang berada di mobil Honda Freed, Totoya Rush dan Honda Odyssey turun. Hingga kemudian datang polisi.
Saat polisi berkerumun, para pelaku tiba-tiba menghilang. "Mereka nggak tahu kemana perginya," tutur Satrio.
Sementara itu, Kepala Satuan Resmob Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan membenarkan peristiwa itu. Herryawan mengatakan, pihaknya tengah mengejar para pelaku.
"Kami mendapat laporan dari orangtua korban, bahwa mobilnya dirampas di Casablanca," kata Herry.
Satuan Resmob kemudian bekerjasama dengan Polantas mengejar para pelaku. "Tapi, setelah kita tahu keberadaan korban, para pelaku sudah kabur," urai Herry.
Sementara itu, petugas menyita dua mobil pelaku dan satu mobil korban. Tiga mobil dan lima korban kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya.
(mei/ndr)











































