"Kita menyarankan Dishub mengirimkan surat ke Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo agar Terminal Rawabuaya dapat dijadikan terminal sementara untuk menampung bus AKAP," ujar anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni, saat ditemuai di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2011).
Menurut Nur Afni, Terminal Rawabuaya ini letaknya sangat strategis. Hal ini juga untuk mencegah mangkalnya bus-bus itu di tepi terminal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Nur Afni juga menyarankan agar pembelian tiket untuk bus AKAP tetap dilakukan di Terminal Grogol. Sehingga bus AKAP nantinya hanya akan transit untuk mengambil penumpang yang telah membeli tiket di terminal. Bukan untuk ngetem.
"Poolnya tetap di Rawabuaya, di Grogol cuma transit saja. Jadi jika sudah ada penumpang bus AKAP tinggal mengangkut penumpang itu saja," kata Nur Afni.
Menanggapi usulan itu, Suku Dinas Perhubungan maupun Dinas Perhubungan DKI tetap menolak. Menurut Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Suyoto, bus-bus tersebut harus tetap kembali ke KPS-nya masing-masing.
"Seharusnya mereka kembali ke KPS masing-masing sesuai dengan izinnya bukan ke Rawabuaya," jelas Suyoto.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono juga menolak usulan yang meminta Terminal Grogol maupun Terminal Rawa Buaya dijadikan tempat penjualan tiket.
"Penjualan tiket juga tidak boleh dilakukan di kedua terminal tersebut," tegas Pristono.
Jumlah PO bus yang tercatat masuk ke terminal ini berbeda-beda. Menurut data dari KPS hanya ada 17 PO diterminal tersebut bus. Tapi, laporan yang masuk ke DPRD mencapai 30 PO bus sedangkan berdasarkan pengakuan pengelola PO bus, jumlah yang tercatat mencapai 53 PO.
(lia/gun)










































