"Tawuran itu bagian dari persoalan kita. Itu nggak boleh," kata Mendiknas M Nuh usai pengukuhan gelar Doctor Honoris Causa kepada Presiden Turki Abdullah Gul di Kampus UI Depok, Rabu (6/4/2011).
Menurut dia, mengatasi masalah tawuran, apalagi kini marak di-uplod di Youtube, tidak bisa dibebankan ke Kemendiknas. Semua pihak harus bertanggung jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aneka video tawuran pelajar kini banyak di-upload di Youtube. Rata-rata memakai judul dengan nama sekolah A melawan sekolah B. Misalnya saja tawuran 'Israel VS Boedoet', 'Baskara VS Mensis', 'Bhe Kha VS Taroena'. Sebagian besar video tawuran, peristiwanya terjadi di Jakarta.
Ada yang memang direkam warga di sekitar lokasi kejadian. Namun yang membuat kita mengurut dada, banyak pula video itu justru direkam para pelaku tawuran sendiri. Video ini ada yang diuplod oleh para siswa sendiri. Video tawuran ini pun dikomentari oleh pihak-pihak yang bertikai dengan aneka kalimat sumpah serapah.
Di Depok, video tawuran siswa dua sekolah yang kerap bermusuhan, mengundang keprihatinan para orang tua. Mereka khawatir video yang direkam oleh siswa pelaku tawuran ini akan memicu lebih banyak tawuran.
(fay/nrl)










































