Dishub DKI: Terminal Grogol Bukan Tempat Bus AKAP

Dishub DKI: Terminal Grogol Bukan Tempat Bus AKAP

- detikNews
Rabu, 06 Apr 2011 16:15 WIB
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta melarang izin operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Grogol. Pelarangan Dishub DKI ini pun tidak bisa ditawar lagi karena memang Terminal Grogol bukan tempat bus AKAP.

"Apapun alasannya bus AKAP tidak boleh masuk ke Terminal Grogol," ujar Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono saat dihubungi wartawan, Rabu (6/4/2011).

Pria yang akrab disapa Pristono ini mengatakan, keberadaan bus AKAP di Terminal Grogol hanya akan menambah kemacetan. "Memang itu bukan tempat mereka," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dihubungi terpisah, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Suyoto menambahkan, per 1 April kemarin Terminal Grogol tidak melayani lagi penjualan tiket untuk bus AKAP. Dishub merekomendasikan agar bus-bus tersebut kembali ke Kantor Pengawasan (KPS) masing-masing. KPS tersebut terdapat di Terminal Pulogadung, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Lebak Bulus.

"Kantor sudah disegel per 1 April 2011. Kita minta bus AKAP kembali ke KPS masing-masing sesuai dengan izinnya," imbuh Suyoto.

Menurut Suyoto, sudah saatnya Terminal Grogol dikembalikan ke fungsi awalnya. Dengan begitu angkutan kota yang masuk ke terminal tersebut juga akan tertata dengan baik.

"Kita akan kembalikan fungsi semula terminal yang ada. Nantinya angkutan kota di sekitar Jalan Latumeten akan dimasukan ke dalam terminal," paparnya.

Agar terminal ini kembali optimal, Suyoto berharap adanya kerja sama dari semua pihak. Dengan begitu tingkat kemacetan pun akan menurun.

"Di lapangan sulit dikendalikan karena kurangnya kesadaran mereka dengan tindakan yang kita lakukan ini. Dan otomatis kemacetan bisa berkurang atau terurai," tandas Suyoto.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban AKAP Grogol Yani Saputra, meminta bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Grogol ke Terminal Kalideres dan Rawa Buaya ditunda. Penundaan dilakukan hingga Lebaran tahun ini.

"Ditunda selama 3 bulan atau diperpanjang sampai hari raya," kata Yani.
(gus/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads