Gara-gara WikiLeaks, Presiden Ekuador Usir Dubes AS

Gara-gara WikiLeaks, Presiden Ekuador Usir Dubes AS

- detikNews
Rabu, 06 Apr 2011 15:46 WIB
Gara-gara WikiLeaks, Presiden Ekuador Usir Dubes AS
Quito - Pemerintah Ekuador bersikap tegas terhadap Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat terkait kawat diplomatik yang dibocorkan oleh WikiLeaks. Presiden Ekuador Rafael Correa meminta Dubes AS Heather M. Hodges untuk angkat kaki dari negara tersebut.

Pengusiran itu dilakukan terkait pernyataan-pernyataan Hodges yang dibocorkan oleh WikiLeaks. Salah satunya, Hodges berkomentar mengenai korupsi tingkat tinggi di kepolisian dan kemungkinan bahwa Correa mengetahui tentang korupsi itu.

Dalam sebuah kawat bertanggal 10 Juli 2009 yang dibocorkan WikiLeaks, Hodges mengatakan bahwa pemerintah AS mencabut visa untuk Jaime Aquilino Hurtado, kepala kepolisian Ekuador yang menjabat mulai April 2008 hingga Juni 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kawat yang dimuat surat kabar Spanyol, El Pais itu, Dubes AS itu berbicara mengenai laporan-laporan kegiatan ilegal Hurtado, termasuk kemungkinan keterlibatannya dalam skema pemerasan dari serikat taksi, pencurian dana publik dan kemudahan perdagangan para imigran China yang tidak memiliki surat-surat.

Bahkan Hodges mengatakan, "beberapa pejabat kedutaan yakin bahwa Presiden Correa pasti tahu soal itu ketika dia memilih Aquilino Hurtado."

"Para pengamat itu yakin bahwa Correa mungkin ingin memiliki seorang kepala ENP yang bisa dengan mudah dimanipulasinya," ujar Hodges seperti dilansir The New York Times, Rabu (6/4/2011). ENP adalah Ecuadorean National Police atau Kepolisian Nasional Ekuador.

Pengusiran Hodges cukup mengagetkan mengingat selama ini pemerintah AS menjalin hubungan yang sangat baik dengan Presiden Correa. Karenanya Menteri Luar Negeri Ekuador Ricardo Patino menegaskan bahwa pengusiran Dubes AS tersebut tak ada kaitannya dengan pemerintah AS.

"Ini tanggung jawab langsung dari satu orang, dubes di negara kami," ujar Patino kepada para wartawan di Quito. "Ini bukan hal yang ada hubungannya dengan pemerintah AS," imbuhnya.

Atas pengusiran ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Charles Luoma-Overstreet mengatakan, pemerintahan Barack Obama menyesalkan keputusan pemerintah Ekuador.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads