"Presiden Abdullah Gul telah memoderenisasi Turki dan melindungi kebebasan warga negara serta hak azasi manusia di Turki. Presiden juga menciptakan kebebasan dalam bidang pers," kata Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri dalam pidato pengukuhan dalam bahasa Inggris di Balai Sidang UI, Depok, Rabu (6/4/2011).
Turki juga berperan serta menyediakan pasukan perdamaian di Libanon dan Afghanistan dan menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Negara ini juga dapat menjadi contoh dalam penerapan demokrasi di negara-negara sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Turki Abdulah Gul mengaku tersanjung mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa oleh UI. Dia mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia, namun baru kali ini berkunjung sebagai presiden.
"Hal ini akan saya kenang sepanjang hidup saya," kata pria berkumis yang mengenakan toga hitam bergaris kuning ini.
Abudullah juga menyinggung kondisi Timur Tengah. Menurutnya, saat ini rakyat dari Yaman hingga Mesir tidak takut lagi menyuarakan pendapat mereka. Kebebasan bukan lagi sebuah pilihan tapi keharusan.
"Demokrasi adalah memerintah rakyat bukan memerintah para elite, penyelesaian Timur Tengah harus secepatnya dan Turki sudah berusaha melakukan mediasi masalah Timteng seperti masalah Palestina dan Israel," katanya.
Pada acara pengukuhan ini hadir pula oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Mendiknas M Nuh, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.
(nal/nrl)











































