Dikatakan Kepala Bagian teknologi informasi (TI) Mabes Polri AKBP Slamet Uliyandi saat menjadi saksi dengan terdakwa Ba'asyir, keduanya memang terlacak berada di satu cakupan wilayah, Pasar Minggu. Hanya saja, AKB Slamet tidak bisa memastikan adakah pertemuan antara Ba'asyir dengan 'bendahara' pelatihan militer di Aceh tersebut.
"Kami tidak menyimpulkan apakah ada pertemuan di lokasi tersebut. Tetapi nomor handphone 441 milik Baasyir dan 443 milik Ubaid berada di satu area covarage yang sama di Pasar Minggu," kata Slamet saat bersaksi untuk Baasyir di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Pasar Minggu, di-coverage di markas JAT itu tanggal pertemuan tangal 7 dengan Ubaid. Nomor tersebut berada di area sama. Dengan koordinat GPS di area 140 derajat," tandas Slamet.
Selain Ba'asyir dan Ubaid, pertemuan tersebut kemungkinan dihadiri juga oleh Ketua JAT Jakarta Abdul Haris (divonis 4,5 tahun penjara). Sebab, sinyal telepon Haris juga terlacak pada area sama pada satu wilayah area cakupan.
Arti penting pertemuan Baasyir-Ubaid menurut jaksa dalam dakwaanya menduga, Baasyir meminta Ubaid untuk mendistribusikan sebagian dana ke pelatihan militer Aceh dan membeli logistik senjata.
(Ari/nwk)











































