"Amerika Serikat mengecam keras penggunaan kekerasan oleh pasukan pemerintah Yaman terhadap demonstrator di Sanaa, Taiz dan Hudaida dalam beberapa hari terakhir," ujar juru bicara Gedung Putih Jay Carney dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/4/2011).
"Rakyat Yaman punya hak untuk berdemonstrasi secara damai, dan kami mengingatkan Presiden Ali Abdullah Saleh akan tanggung jawabnya untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga Yaman yang menerapkan hak universal mereka untuk terlibat dalam ekspresi politik," imbuh Carney dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya 24 orang tewas dalam aksi-aksi demo terbaru di Yaman. Termasuk 17 demonstran yang tewas setelah ditembaki pasukan keamanan Yaman di Kota Taiz.
Para demonstran memulai aksi protes mereka sejak Februari lalu. Mereka menuntut pengunduran diri Presiden Saleh yang telah berkuasa selama 32 tahun. Namun Saleh bersikeras bahwa dirinya hanya akan mundur setelah masa jabatannya berakhir. Menurut Saleh, jika dirinya mundur sekarang maka akan terjadi kekacauan di negeri itu.
(ita/nrl)











































