"Kematian korban tidak ada kaitannya dengan Bayu," ujar penasihat hukum Bayu, Sunan Kalijaga kepada wartawan, Rabu (6/4/2011).
Sunan membenarkan jika mahasiswa Binus ini sempat memukul kepala Boby dengan botol minuman hingga berdarah. Namun, pertengkaran kedua pemuda ini berhasil dilerai oleh 2 orang temannya. Dengan bersimbah darah, Boby masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan lukanya.
Setelah itu, lanjut Sunan, Boby memilih menyendiri di balkon yang berada sisi kanan rumah kos. Sedangkan Bayu tetap berada di depan kamar kosnya yang berjarak sekitar 10 meter dari balkon.
Setelah perkelahian terjadi, Sunan menyatakan, ada jarak waktu sekitar 30 menit hingga akhirnya tubuh Boby terhempas ke tanah. Dalam kurun waktu itu lanjutnya, Bayu tidak lagi menghampiri Boby.
"Dipukul bukan penyebab kematian korban," tegasnya.
Menurut Sunan, perkelahian terjadi karena Bayu kesal dengan Boby yang tidak menepati janjinya. Namun Sunan mengaku tidak tahu secara pasti konflik yang terjadi antar keduannya. "Bayu emosi karena Boby tidak menepati janjinya," tutup Sunan.
Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Palmerah AKP Saiful Anwar mengatakan, hasil pemeriksaan belum menunjukan adanya indikasi jika Boby tewas karena didorong oleh Bayu. Polisi sudah menetapkan Bayu sebagai tersangka karena melakukan penganiayaan.
"Belum ada indikasi ke arah situ (dibunuh). Mungkin terjatuh," kata Saiful Senin kemarin.
Peristiwa naas ini, terjadi pukul 04.00 WIB, Senin (4/4) kemarin. Penghuni kos terkejut ketika mendengar suara keras, seperti benda jatuh. Begitu diperiksa, ternyata suara tersebut berasal dari tubuh Boby yang terhempas dari lantai 5 rumah kos di Jl H Syahdan, Nomor 10 Z, Blok A, Palmerah, Jakarta Barat.
(did/nvc)











































