"Saya mewakili Citibank Indonesia mengucapkan maaf yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Octa. Saya tahu ini sangat berat bagi keluarga korban, kami berharap keluarga korban mau memaafkan kami," ujar Syarik melalui penerjemahnya.
Hal ini disampaikan Syarik dalam RDP Citibank dengan DPR dan Polri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan cuma Country Manager yang minta maaf. Minta maaf kepada bangsa Indonesia karena ini melukai hati masyarakat harus datang dari kantor Citibank di Amerika secara tertulis," usulnya.
Namun usul Arif tersebut belum sempat direspon karena rapat lantas ditutup mengingat waktu telah menunjukkan pukul 00.15 WIB.
Seperti diketahui, penggunaan debt collector kembali menuai kecaman menyusul tewasnya seorang nasabah Citibank. Adalah Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa (50) yang tewas dalam proses pelunasan kredit kepada debt collector Citibank.
Korban pada Selasa (29/3) pagi mendatangi kantor Citibank untuk mempertanyakan tagihan kartu kreditnya yang membengkak. Menurut korban, tagihan kartu kredit Rp 48 juta. Namun pihak bank menyatakan tagihan kartu kreditnya mencapai Rp 100 juta.
Di situ, korban kemudian dibawa ke satu ruangan dan ditanya-tanya oleh 3 orang yang merupakan 2 orang debt collector dan 1 orang karyawan bagian penagihan Citibank. Dalam proses tersebut, Irzen tewas dan polisi kini sedang melakukan investigasi.
(nvc/van)











































