"Anda mengatakan tidak ada kekerasan yang menimpa saudara Octa, buktinya apa?," tanya Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Golkar, Harry Azhar Aziz, dalam RDP dengan Citibank, BI, dan Polri, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/5/2011).
"Kita ada rekaman CCTV-nya dari mulai saudara Octa datang lalu meninggalkan ruangan lalu jatuh meninggal," tutur Shariq melalui penerjemahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"I..itu tidak ada, ruangan tidak ada CCTV-nya, hanya saat dia masuk dan keluar saja terlihat. Saya tidak tahu apa yang terjadi di dalam karena tidak ada baik gambar maupun foto," jawab Shariq terbata-bata dengan muka pucat.
Harry pun melanjutkan pertanyaannya. Harry menilai Shariq telah membohongi RDP DPR.
"Berarti kamu telah berbohong di forum ini karena anda telah mengatakan tidak ada kekerasan fisik tapi anda tidak punya bukti," ujar Harry, kesal.
Harry lalu menanyakan apakah ada saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. "Maaf tidak ada. Itu dari keterangan tim investigasi kami dan prosesnya kami serahkan ke Kepolisian," jawab Shariq pelan.
Anggota Komisi XI DPR dari FPDIP Maruar Sirait ikut mencecar. Ia mengaku kecewa dengan keterangan palsu pihak Citibank.
"Anda telah berbohong, saya minta izin kepada Kepolisian dan pimpinan agar yang bersangkutan tidak diberi izin keluar Indonesia karena memberikan keterangan palsu disini. Kalau keluar negeri nanti sulit untuk kita panggil lagi," usulnya.
"Saya setuju," sahut Harry.
(her/van)











































