Kejadian tersebut menimpa Th, Selasa (5/4) pukul 2 dini hari. Saat itu, Th dan kekasihnya tengah melintas di Jl Otista Raya dengan menggunakan motor matic nopol B 3064 TAN.
"Mereka tiba-tiba diberhentikan orang yang mengaku polisi dan diancam dengan pisau lipat," kata Kanit Reskrim Polsektro Jatinegara, AKP Heryadi, Selasa (5/4).
Karena takut, Ar mengambil inisiatif jurus langkah seribu meninggalkan kekasihnya Th dan motor matic. Th pun akhirnya berhadapan langsung dengan pelaku yang diketahui bernama Ahmad Ilabi (48), warga Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur.
Th yang ketakutan, lanjut Heryadi, diajak ke kediaman korban. Dia dibujuk untuk ikut dengan iming-iming barang miliknya dikembalikan.
"Th menuruti kemauan pelaku yang dalam keadaan mabuk itu," jelasnya.
Di kediaman pelaku, pemuda berbadan tinggi itu melampiaskan nafsu bejatnya. Setelah itu, dia mengembalikan Th ke tempat semula dan mengembalikan barang-barang miliknya di lampu merah Polonia.
Saat itu, dia bertemu dengan salah seorang rekannya yang bernama Muhammad Basuroh. Basuroh diketahui tengah mencari Ilabi karena motor miliknya tak kunjung dikembalikan pelaku.
"Karena kesal, rekan pelaku memukuli Ilabi sampai berdarah dan benjut," terang Heryadi.
Polisi patroli yang tengah melintas di kawasan tersebut langsung melerai keduanya. Ilabi pun tertolong meski lebam mulai muncul di mukanya. Ia pun dibawa ke Polsek Jatinegara untuk dimintai keterangan.
Saat itulah Ilabi bertemu Ar yang tengah melaporkan motor dan kekasihnya yang hilang. Ar yang mengigat rupa pelaku yang menodongnya langsung menunjuk Ilabi.
"Ilabi tidak dapat mengelak dari perbuatannya. Dia mengaku telah memperkosa Th," ujar Heryadi.
Bukan hanya Th saja yang rupanya sudah jatuh tertimpa tangga, pameo serupa juga dialami Ilabi. Sudah benjut ketahuan memperkosa.
(ahy/van)











































