Gesekan ini berawal dari Eko yang tidak terima dengan pernyataan Pramono di salah satu media yang menyatakan ia termasuk "anggota DPR yang tidak pernah bicara di depan media".
"Saya merasa terhina, tersinggung dan terdzolimi dengan statement Mas Pramono Anung, sehingga rakyat, khususnya di daerah pemilihan saya sangat terluka," kata Eko saat dihubungi detikcom, Selasa (5/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Statement Mas Pramono Anung, soal ada sejumlah anggota Dewan yang jarang bahkan tidak pernah menyampaikan ide dan gagasan ke publik di depan media. Saya disebut sebagai salah satu anggota Dewan yang masuk dalam kategori itu," ujar anggota Komisi X DPR ini.
Menurut Eko, pernyataan Pramono itu sepenuhnya tidak benar karena ia sering berbicara di media dan rapat-rapat komisi. Bahkan melansir hasil riset Charta Politika, Eko menyebut ia termasuk 5 besar tokoh PAN yang vokal di media.
"Bahkan di fraksi saya nomor dua, setelah Mas Tjatur (Sapto Edy-Ketua FPAN)," kata dia.
"Saya beri Mas Pramono Anung waktu 2x24 jam untuk klarifikasi. Jika tidak saya akan meminta pendapat Badan Kehormatan dan tak tertutup dibawa ke proses hukum," kata Eko menambahkan Pramono bisa disangka melakukan pembohongan publik.
Sementara itu saat dihubungi, Pramono menganggap santai tudingan Eko. Menurut mantan Sekjen PDIP ini, ia tidak pernah mengatakan hal tersebut.
"Saya tidak pernah bicara itu, yang saya katakan waktu itu adalah politisi seharusnya berbicara ide dan gagasan kepada publik. Kalau politisi tidak bicara ide dan gagasan, itu bukan peran dia sebagai sebagai politisi," kata Pramono.
"Kalau seorang artis bicara baju, tas, sepatu seperti di infotainment, itu bukan peran dia sebagai politisi. Politisi itu bicara soal ide gagasan tentang kebijakan publik," ujarnya.
Pramono juga membatah pernah menyebut nama Eko Patrio dalam pernyataannya. "Saya tidak pernah nyebut nama, semua orang tahulah cara berpolitik saya," ujarnya.
Bahkan Pramono mengatakan, sesaat mengetahu informasi keberatan Eko, ia pun sudah mengklarifikasi via SMS. Saat itu, Eko sedang melakukan ibadah umroh.
"Posisinya sebenarnya saat itu sudah clear," kata Pramono.
(lrn/van)











































