"Kami meminta SBY menyetop rencana ini. Kalau itu masih diteruskan, maka masuk golongan tidak beradab. Kalau yang mendukung, itu bukan golongan orang yang beradab," kata badan pekerja tokoh lintas agama, Dedi Julianto dalam konfrensi pers di kantor Maarif Institut, Jalan Tebet Barat Dalam II Nomor 6, Jakarta Selatan, Selasa, (5/4/2011).
Selain itu, dia menilai Ketua DPR Marzuki Alie hanya mementingkan kebutuhan kelompok yaitu DPR. Namun tidak melihat kebutuhan pembangunan Indonesia dalam sekala luas seperti peningkatan infrastruktur di daerah." Hingga saat ini, pembangunan pendidikan tidak jelas, banyak sekolah rusak," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun menurut Romo Benny, pembangunan gedung baru DPR merupakan bentuk pengkhianatan konstitusi. "Mereka tidak pernah berpikir bahwa telah melanggar konstitusi serta nurani publik," cetus Romo Benny.
(asp/anw)










































